Shafar, Bulan Saling Memberi

0
38
photo_2018-10-14_17-27-44

Juma’at (12/10), pada tanggal 10 oktober 2018 lalu, kita semua telah memasuki bulan Shafar atau yang biasa disebut dengan sapar ( dalam lahjat jawa ), yang mana bulan ini adalah bulan kedua dalam penanggalan Islam atau yang biasa kita kenal dengan tanggalan hijriyyah. Bulan Shafar ini ini juga dianggap salah satu bulan yang memiliki kekhususan tersendiri, terutama oleh kalangan masyarakat jawa dan para arif billah ( yaitu orang yang sudah berma’rifat kepada allah ).

Mereka percaya bahwa di bulan ini, Allah ta’ala menurunkan banyak malapetaka, bahkan ada yang mengatakan di bulan ini, ( khususnya di hari rabu terakhir yang dikenal dengan istilah jawa rebo wekasan, Allah ta’ala menurunkan 320.000 bencana.

Terlepas dari benar tidaknya itu, kita sebagai seorang yang beragama Islam selayaknya bisa mengambil beberapa hikmah dari hal ini, semisal bahwa kita harus berhati hati dalam berperilaku dimanapun dan kapanpun.

Dan berbagai cara dalam memeriahkan bulan Shafar juga diadakan. Seperti dalam tradisi masyarakat jawa, ada dikenal istilah apeman, yaitu membuat kue apem yang kemudian dibagikan sebagai hadiah / sedekah kepada sanak saudara, handai taulan ataupun tetangga, juga sebagai bentuk permohonan untuk menolak segala macam marabahaya ( untuk masalah apeman akan penulis bahas dalan tulisan selanjutnya ).

Selaras dengan itu,  agama Islam, salah satunya mengajarkan bahwa ” memberi dapat menolak mara bahaya “.

Semoga kita semua diberikan oleh Allah ta’ala keselamatan dan kemampuan untuk terus meningkatkan ketaatan kepada Allah ta’ala.

Sekian

Oleh: Sarmun Muda

Beri Komentar dan saran anda, karena itu berarti bagi kami

Silahkan beri komentar
Tulis Namamu disini