Refleksi Istighotsah Kubro PWNU Jawa Timur

2
105
IMG-20181031-WA0049

Teringat kejadian sekitar 5 tahun yang lalu, tepatnya saat itu saya seorang santri kelas 1 Aliyah.

Ketika itu, ada salah satu keluarga wali santri yang mengadakan sidang ‘dadakan’ di aula dan kejadian itu menjadi tragedi yang tak akan terlupakan.

Ketika wiridan ba’da maghrib, kebetulan ana yang memimpin wirid, tiba tiba Ust Fathurrahman mengambil mic tersebut ketika waktunya membaca sholawat. Biasanya sholawat kita hanya sholawat nariyah dll. Tiba tiba beliau membaca sholawat :
اللهم صل على سيدنا محمد وأشغل الظالمين بالظالمين وأخرجنا من بينهم سالمين وعلى اله وصحبه أجمعين

Kenapa saya mengatakan bahwa itu adalah tragedi yang tak terlupakan? Karena saat itu Ust Fathurrahman sampai mengatakan persis apa yang dikatakan oleh Alm. Gusdur di acara Kick Andy ketika ditanya bagaimana Gusdur kepada Megawati dan Amien Rais? Beliau menjawab : sudah saya maafkan, tapi tidak akan saya lupakan atau lebih simpelnya maaf iya, lupa tidak. Begitu juga yang dikatakan Ust Fathurrahman ketika membicarakan kejadian itu.

Mungkin, itu juga yang dipikirkan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar kenapa membaca sholawat itu, karena memang akhir akhir ini keadaan bangsa kita sedang kurang aman, bahkan menurut berita beberapa anggota banser dan ansor sudah menjadi korban fisik beberapa oknum tertentu.

Sebelum hari ini pun, Rois Aam saat ini KH. Miftahul Akhyar pun mengintruksikan agar warga nahdhiyin membacakan beberapa ayat tertentu. Tentunya, jika keadaan dalam keadaan normal tak akan ada ‘intruksi’ tersebut.

Semoga momentum istighosah kubro ini, dengan tema “mengetuk pintu langit” allah kembalikan bangsa kita menjadi bangsa yang aman dan damai.

Dan dengan momentum peringatan sumpah pemuda, semoga kita sebagai pemuda bisa benar benar melaksanakan s(u)mpah pemuda, bukan justru menjadi s(a)mpah pemuda.

Oleh : Muhammad Ikhsan Kamaluzaman ( Kader IPNU UIN Malang )

2 KOMENTAR

  1. Mantap kak.. sama , saya juga teringat di pondok dulu ketika para Gus dan Asatidz memerintahkan seluruh santri untuk membaca sholawat tersebut, bahkan menjadikan sholawat tersebut sebagai wirid resmi ba’da sholat maktubah.. beliau² berkata bahwa agar kita selamat dan negeri kita selamat terlebih Agama kita selamat dari segala masalah² yg saat ini menimpa Indonesia.. semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua.. amiiin2 🤲 ya mujibassaailiin..

Beri Komentar dan saran anda, karena itu berarti bagi kami

Silahkan beri komentar
Tulis Namamu disini