Mauidhoh KH. Marzuki Mustamar dalam rangka Pelantikan PKPT IPNU-IPPNU UIN MALIKI

0
273
20180525_210437

Malang – Kepengurusan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPPNU) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang masa khidmad 2018/2019 resmi dilantik, Jum’at (25/05).
Acara di mulai pukul 16.00 WIB dimeriahkan oleh grup banjari dari rekan – rekanita PKPT UIN, Syabab An-Nahdliyin di susul dengan pembukaan oleh MC. Lagu Indonesia raya, Mars IPNU, Mars IPPNU dan Ya Ahlal Wathon bergema di setiap sudut aula gedung Pusat Bahasa dengan suara lantang dan khidmad.
Sebelum adzan berkumandang Mauidhoh Khasanah di sampaikan Rois Syuriah PCNU Kota Malang, KH. Chamzawi. Beliau menuturkan bahwa “Nahdlatul Ulama itu besar, bahkan terbesar di dunia. Mulai dari tingkat Desa yaitu ranting, anak ranting sampai Pengurus Besar yang berada di Jakarta, bahkan Pengurus Cabang Istimewa yang di peruntukkan di luar negeri”.
Beliau juga berpesan bahwa aktivis IPNU-IPPNU harus memberikan contoh tak hanya dalam bidang keorganisasian tetapi juga dalam bidang akademik.
Di Malang sendiri insyaallah akan diadakan Silatnas Silaturahmi Nasional oleh perkumpulan Dokter Nahdlatul Ulama.
“ Manuk glatik cucuk e abang, mari di lantik terus berjuang. Bukan, manuk glatik cucuk e biru, mari dilantik langsung turu/mlayu “ (KH. Chamzawi)
Acara pelantikan dihadiri oleh tamu undangan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, PKPT Universitas Negeri Malang, dan PKPT Universitas Islam Malang.
Setelah ikrar pelantikan, dilanjutkan shalat berjamaah shalat maghrib, berbuka puasa bareng serta shalat tarawih bersama.
Seperti biasa setelah pelantikan ada yang namanya penyusunan progam kerja. Di paparkanlah satu demi satu setiap devisi yang ada di kepengurusan. Guna mensosialisasikan kepada kader-kader IPNU – IPPNU agar tidak terjadi tumpeng tindih selama berjalanannya agenda satu periode kedepan.
Tak berselang lama, KH. Marzuki Mustamar Wakil Rois Syuriah PW Jawa Timur rawuh, langsung para pengurus dan seisi ruangan berdiri berjajar memberi penghormatan dan sungkem kepada beliau. Bagi warga NU kyai adalah raja. Jarang ditemukan diorganisasi yang lain betapa tawadlu nya santri NU kepada guru/kyai mereka dengan penuh ta’dzim.
Beliau langsung di persilahkan duduk di depan bersama pembina PKPT IPNU-IPPNU Ustadz Umar Faruq.
15 Tahun yang lalu,Yai Marzuki merestui dan mendoakan berdirinya IPNU-IPPNU UIN Malang, tepat pada hari Rabu, 30 Juni 2004 dengan ketua pertama saat itu Ustadz Umar Faruq. Dan malam ini beliau berkenan hadir memberikan nasehat dan mauidhoh khasanahnya di depan pengurus baru dan seluruh kader serta alumni IPNU-IPPNU UIN Malang.
Beliau menjelaskan panjang lebar mengenai sejarah islam salafi yang berkembang di timur tengah sampai menyebar di malang saat ini. Membandingkan juga bagaimana wirai an para imam mujtahid dalam merumuskan syari’at yang sampai ssat ini kita pakai faham Ahlus Sunnah Waljama’ah.
Kaum salafy menolak para ahlul bait, berarti mereka mengingkari hadist yang di riwayatkan para sahabat.
Disisi lain beliau mengungkapkan “ kalau kita tidak mengikut para sahabat dan para imam , maka kita mengikut kepada siapa? Padahal para sahabat dan imam kurun masanya lebih dekat di bandingkan kita. Sehingga terjadi penyelewengan/ kesalahan sedikit. Mosok kita ngikut imam samudra “, gelak tawa hadirin mencairkan suasana .

Di akhiri dengan doa yang di panjatkan oleh beliau sendiri, semoga acara kali ini tidak hanya sebatas euforia tetapi juga harus ada perubahan nyata.

Oleh: Madchan Jazuli

Beri Komentar dan saran anda, karena itu berarti bagi kami

Silahkan beri komentar
Tulis Namamu disini