ArtikelOpini

Menjawab Problematika Bangsa sebagai Upaya Mencegah Perpecahan jelang Pesta Rakyat 2024

0
Foto: Acara Talkshow Demokrasi oleh PAKPT IPNU-IPPNU KH. Wahid Hasyim UIN Malang
Foto: Acara Talkshow Demokrasi oleh PAKPT IPNU-IPPNU KH. Wahid Hasyim UIN Malang

Ketika polarisasi politik menjadi isu hangat yang dapat memecahkan masyarakat jelang pesta rakyat, akankah ada cara menyikapi persoalan tersebut dengan bijak?

Salah satu solusi tepat adalah perlunya mendalami dan mengetahui kegiatan pemilu yang sesungguhnya.

Urgensi Demokrasi

Demokrasi bukanlah tujuan penting seperti halnya berpendapat di media sosial tanpa memperhatikan etika tata krama.

Baca juga: Gus Baha: Badal Haji Tak Harus Nunggu Wafat saat Orang Tua Sakit Parah

Akan tetapi, demokrasi memiliki suatu kebebasan absolut untuk membentuk pemerintahan atas kedaulatan rakyat dengan terselenggaranya pemilu.

Lalu, bagaimana pandangan Nahdatul Ulama dalam demokrasi Indonesia?

Senada dengan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Tsaquf,  menyebut bahwa sikap para kader tidak boleh menggunakan nama Nahdatul Ulama.

Hal itu sama halnya mengarahkan untuk tidak melakukan praktik politik identitas dan tidak merangkul partai-partai nasionalis.

Baca juga: Fun Futsal IPNU PAKPT K.H Hasyim Asy’ari VS FKMT: Menyambung Relasi, Kuatkan Jasmani

Banyak sekali isu-isu yang dapat memecahkan  negara, salah satunya adalah polarisasi politik yang menjadi isu hangat. Seperti halnya seseorang atau kelompok yang menjadi fanatik dari beberapa calon legislatif yang ada.

Peran Mahasiswa Menghadapi Politik Uang

Setiap pemilu pasti tidak akan lepas dari politik uang. Bahkan dalam perkembangannya memiliki varian dan modus agar dapat dipilih oleh rakyat.

Sebagai sasaran empuk dalam pemilu 2024 mendatang, mahasiswa harus pintar dalam memfilter dengan bijak. Mahasiswa harus berani mengambil politik yang santun dengan segala permasalahan politik uang yang marak terjadi dalam dunia perpolitikan Indonesia.

Penulis

Alim Mustofa, s. Sos., M. Ap

Angga Fajar Maulana, S. H

Editor

Fani Azfar

Fun Futsal IPNU PAKPT K.H Hasyim Asy’ari VS FKMT: Menyambung Relasi, Kuatkan Jasmani

Previous article

Habib Ali Bafaqih: Pendakwah Ulung yang pernah berguru Syaikhona Kholil

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel